Jumat, 20 April 2012

Kumpulan Cerita Pendek (Kumcer): PEMULUNG BERCADAR


Judul Buku       : PEMULUNG BERCADAR
Penulis             : Haidi
Tahun              : 2012
Penerbit           : Tuas Media
ISBN               : 978-602-7514-03-4
Harga               : Rp30.000 (belum termasuk ongkos kirim)

                ~o~

Pesan melalui HP  : 0821 5555 3455




Dalam buku ini memuat 12 cerita pendek :

  1. AHIM ==> Ahim, mempunyai kemampuan menghafal Al Qur'an, dalam kesehariannya tidak banyak yang mengenalnya lebih dari seorang tukan pijat keliling di Samarinda. Tesirat, penulis mengingatkan, bahwa seseorang tidak seharusnya dipandang dari sisi penampilan fisik.
  2. ARTI KEBAIKAN==>Seorang yang bernama Muhid, membantu seorang wanita setengah baya, ketika berada di pusat perbelanjaan, berujung pada pertengkaran dengan istrinya yang tidak terima suaminya menolong wanita tersebut. Bagaimana sebaiknya berbuat baik itu, begitu pesan moral yang disampaikan oleh penulis.
  3. UJUNG JEMBATAN ==> Perjumpaan sang tokoh AKU pada peristiwa kecelakaan lalu lintas, terus berlanjut. Ternyata tokoh wanita bernama Wulan, adalah seorang Putri dari alam gaib. Kelanjutan hubungan mereka terhalang karena peristiwa runtuhnya Jembatan Tenggarong pada tanggal 1 Muharam 1433 H.
  4. LELAKI PENJUAL PISANG ==> Cinta sang tokoh AKU tumbuh karena tepesona oleh ketabahan dan keikhlasan seorang penjual pisang di sebuah pasar tradisional. Cinta terpendam, akhirnya turut terpendam bersama keranda mayat yang dipikul melaluinya.
  5. MAKHLUK MUSHOLA ==> Tokoh yang bernama Zaidi, seorang karyawan rendahan di perusahaan kayu kawasan Bengalon, tinggal di gudang mushola, menjadi barang taruhan dari tiga wanita atasannya. Bagaimana seharusnya Zaidi menyikapi wanita-wanita atasannya, begitu, tersirat moral yang ingin disampaikan penulis dalam cerita ini.
  6. IBUKU BUKAN IBU ==> Shamas, tokoh wanita dalam cerita ini memiliki seorang anak gadis. Namun sangat disayangkan, sang ibu larut dalam cinta di usianya yang tidak muda lagi bersama seorang laki-laki. Ketabahan anak gadisnya menjadi pelajaran khusus dalam cerita ini.
  7. LELAKI TERTUDUH ==> Helmi, tokoh dalam cerita ini bertugas di Sangkulirang, desa Pengadan, Baay, (Muara Bulan) hingga sampai ke lokasi transmigarsi Kali Orang, mempunyai kekasih di Samarinda, bernama Ariya. Satu tahun lebih dalam tugas tak pernah kembali ke Samarinda. Orang tuanya datang membawa kabar, tentang kehamilan Ariya, yang menuntut atas kehamilan tersebut. Bagaimana Helmi, menyikapi situasi : tugas, hati dan cintanya?
  8. PAK BANI DAN MOTOR BARUNYA ==> Pak Bani, tokoh dalam cerita ini adalah seorang warga suku Dayak Basap, mempunyai keahlian membuat sirap. Sangat menginginkan memiliki sebuah motor untuk usahanya. Benar saja, semua diperolehnya. Namun justru motor itulah yang membuatnya lebih sengsara lagi, karena ketidaktahuannya.
  9. PEMULUNG BERCADAR ==> Seorang janda muda, mempunyai anak masih TK, tapi tidak mempunyai keterampilan lain, sehingga menjadi pemulung adalah satu-satunya yang dapat dilakukan. Budi pekerti yang baik, kekuatan iman,  lebih berharga daripada harta. Kecantikan Rasma, sang pemulung bercadar, dalam cerita ini selalu disembunyikan dalam pakaian penutup aurat. Bagaimana perjalanan cintanya setelah ditinggal suaminya? Bagaimana anaknya yang bernama Qoni? Hidup sederhana, seimbang antara usaha, doa dan zikir, dalam cerita ini sepertinya menjadi sebuah pesan yang ingin disampaikan penulisnya.
  10. RACUN DI UJUNG PUTING==> Sebuah perlakuan seorang pimpinan kepada bawahan, hingga menjadikan bawahannya sangat sakit hati, menimbulkan aksi balas dendam. Pesan inilah yang disampaikan oleh penulis dalam cerita ini. Bagaimana tokoh bernama Helda melakukan aksi balas dendamnya, hingga harus mengorbankan dirinya untuk bersusah payah mencari seseorang hingga ke pantai Sekrat, dan di sana pula ia menemukan cintanya.
  11. AKU BUKAN PENGEMIS==>Bagaimana seharusnya memandang seorang yang cacat fisik? Pak Syarif dalam cerita ini seorang yang berasal dari pedalaman Desa Baay, ingin menikmati kemerdekaan dan indahnya kota, namun justru mendapat perlakuan yang sangat bertentangan dengan apa yang dialaminya.
  12. PEDAGANG ASONGAN==>Kisah remaja miskin bernama Hendi, yang harus berusaha sendiri untuk biaya sekolah sebagai pedagang asongan di Pelabuhan Tenggarong. Cintanya kepada Tanti, perlahan berubah menjadi perasaan seorang pembantu, hingga ia tak mampu mendustai dirinya sendiri. Cinta sejatinya, yang tidak mengharapkan apa-apa, membuatnya tidak merasa sakit hati ketika harus berpisah.

~O~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar