Tampilkan postingan dengan label HUmOr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUmOr. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 April 2012




CALON SEKRETARIS


       Bukan rahasia lagi, pada satu lembaga swasta maupun pemerintah, seorang pimpinan atau bos membutuhkan sekretaris. Jika mungkin, sekretaris seorang wanita, yang pandai bekerja, mengerti tugas, bertanggung jawab dan lain lagi persyaratan tidak tertulis, namun yang lebih penting biasanya cantik dan menarik serta mengerti keinginan si bos.


           Sebuah perusahaan swasta, kebetulan sedang membutuhkan sekretaris, namun si bos tidak ingin menerima karyawan baru, sehingga dipilihlah dari karyawan yang ada.

            Serangkain ujian dan test telah dilakukan kepada semua karyawan wanita di perusahaan tersebut. Hingga terseleksi lima orang karyawan wanita, sebagai calon sekretaris.

            Si bos bingung memilih calon sekretarisnya, karena lima wanita tersebut memiliki kualifikasi yang baik. Tim yang ditunjuk juga telah melaksanakan tugas sesuai perintah. Kini tinggal menunggu keputusan akhir si bos. Karena kebingungan, si bos akhirnya melakukan wawancara khusus dengan lima calon sekretarisnya :

“Baik, kalian berlima telah melalui serangkaian ujian, hari ini adalah ujian terakhir, dan perlu diketahui, saya hanya membutuhkan satu orang sekretaris,” si bos menarik napas panjang. Wah ini cantik-cantik semua, dalam hatinya.

            Lima wanita itu masih terdiam, menunggu tes apa yang akan dilakukan oleh si bos kali ini.

"Saya membutuhkan jawaban terbaik dan logis serta  masuk akal, dari kalian,” ujar si bos, “Wanita mempunyai dua mulut,”  lanjutnya “Apakah perbedaan dari kedua mulut tersebut?" tanya si Bos.

Lima wanita calon sekretaris terdiam dan saling pandang satu sama lainnya, tidak ada yang menjawab. Hingga si bos akhirnya menunjuk satu persatu calon sekretarisnya :

Wanita Kesatu : "vertikal dan horizontal, Pak.”
"Bagus, kamu teliti dengan tubuhmu sendiri." ujar si Bos sambil tersenyum lebar.

Wanita kedua : "satu berkumis dan satu lagi tidak."
 Si bos mengangguk, "Mengesankan, kamu sangat romantis."

Wanita ketiga : "Satu bisa berbicara yang satu tidak, Pak."
"Bagus, kamu lebih mengutamakan aspek komunikatif, itu penting bagi seorang sekertaris." kata si bos sambil memandang kepada wanita keempat.

Wanita keempat : "Satu ompong dan satu lagi bergigi, Pak."
“Bagus, kamu sangat memperhatikan tentang masa depan lebih serius.” Ujar si bos, mengalihkan pandangannya kepada wanita berikutnya.

Wanita kelima : Beberapa detik dia terdiam, semua jawaban logis yang ada dibenaknya sudah disebutkan. Tiba-tiba terlintas dipikirannya, sambil tersenyum dia menjawab : "Mulut yang satu untuk sendiri dan yang lain, bisa dipakai sama Bos." wanita itu tersipu malu.

Si Bos berdiri, sambil melihat ke arah pintu : "Ya, kamu sekretarisku!" 
[Haidi : 12.12.2011]




CINTA ITU ENERGI

            Benny, remaja yang  dikenal pendiam dan sopan, duduk termenung di depan warnet. Tidak biasanya Benny seperti itu, membuat Yusuf penasaran.

“Ben, dari tadi kamu melamun,” sapa Yusuf, “Ada apa?”


       Benny sempat kaget karena sapaan tersebut, sampai terlepas HP dari tangannya. Rupanya Benny masih menikmati lamunannya.


Gak apa, Suf.” Sahut Benny. Sambil memungut kembali HP-nya.

“Pasti kamu lagi jatuh cinta ya!” Tebak Yusuf.
“Mungkin juga, tapi aku bingung.” Sahut Benny.


                Rupanya tebakkan Yusuf tepat, bahwa Benny lagi jatuh cinta.


“Eh, Ben, kalo lagi jatuh cinta, gak disampaikan, itu bahaya lho!” Ujar Yusuf sambil menepuk bahu sahabatnya.
“Emang kenapa?” Tanya Benny.
“Kamu tau ngak Ben, cinta itu tidak ubahnya seperti kentut, sama-sama mengandung energi yang besar.” Yusuf menjelaskan.
“Kok bisa, cinta seperti kentut?” Tanya Benny.


“Lha, iya, kentut itu kan energi, dikeluarkan malu, ditahan sakit perut,” Ujar Yusuf, “Cinta juga begitu, dikeluarkan bisa jadi malu atau sakit hati, ditahan-tahan bisa jadi jerawat batu.”
“Kamu Suf, bisa aja.” Sahut Benny. Sambil manggut-manggut. 
[Haidi : 12.12.2011]




TIKUS



           Seorang pasien Rumah Sakit Jiwa, mengaanggap dirinya seekor tikus. Dia sangat khawatir terhadap kucing, sehingga ia bersembunyi hingga ke luar negeri ketika mendengar kucing akan datang memeriksa kantornya.

        Melalui pengobatan yang panjang bertahun-tahun, akhirnya ia sembuh dari kegilaannya. Saat akan keluar dari Rumah Sakit Jiwa, ia harus melalui wawancara dengan dokter ahli, sebelum ia dipulangkan.

“Bagaimana perasaanmu sekarang,” tanya dokter.
“Sangat baik, terima kasih, Dokter.” sahutnya.
“Apakah engkau sekarang masih merasa dirimu seekor tikus?” tanya dokter.
“Tidak lagi, Dokter.” sahutnya.
“Bagus! Engkau boleh pulang.”

            Pasien itu segera bersiap untuk pulang. Ia berjabat tangan dengan semua Pasien di Rumah Sakit Jiwa itu. Barang sudah dikemas dan siap berangkat.
Tiba di depan pintu ruangan dokter yang tadi mewawancarainya, ia berdiri tertegun. Ia kembali menemui dokter itu.

“Dokter, saya tahu, sekarang saya bukan tikus lagi, tapi apakah kucing-kucing itu mengerti jika saya bukan tikus?” ujar si pasien. [Haidi : 17.01.2012]





TUNA NETRA DAN PASAR KEMBANG  

         Seorang tuna netra sedang naik ojek motor. Begitu melintas di sebuah gang tempat pelacuran, tuna netra tiba-tiba menepuk bahu si tukang ojek.

“Stop, stop!” katanya, “saya tadi minta antar ke pasar kembang.”
Tukang ojek menghentikan motornya.
“Oh, ini belum sampai di pasar kembang, Pak!” ujar si tukang ojek.

       Tuna netra itu tetap ingin turun di tempat itu. Si tukang ojek dengan senang hati menurunkan penumpangnya.

Perlahan ia berbisik ke telinga si tukang ojek, “Apa kamu pikir, saya tidak mencium bau khas pasar kembang di sini?”  [Haidi : 17.01.2012]





KELILIPAN


Pada jaman seekor merpati mampu terbang ke bulan. Di kampung hulu sungai hidup seorang pembuat sirap. Kecepatan dan keahliannya membuat sirap, melebihi kesaktianSi Wiro Sableng memainkan kampaknya. Ia mampu membuatsirap 3000 lembar sehari sambil tidur-tiduran, belum serius bekerja.

                Entah mengapa, hari itu ia sedikit lalai, sehingga matanya kelilipan kayu ulin bahan sirapnya. Matanya sakit, ia tak bisa lagi bekerja dan harus dibawa ke rumah sakit kerajaan. Tiga orang pemuda sakti berbadan kekar membantunya mendayung perahu. Tujuh kali mendayung, mereka sudah 300 depa melewati rumah sakit kerajaan yang berjarak 70 km dari tepian rumahnya, sehingga mereka harus berbalik arah menuju rumah sakit kerajaan.

                Semua dokter di rumah sakit kerajaan tidak sanggup mengeluarkan kelilipan di mata Si Tukang Sirap. Raja pun mendengar berita itu. Raja masih ingat jasa Si Tukang Sirap tersebut. Atap istana kerajaan dan seluruh bangunan yang ada, adalah hasil karyanya dalam satu hari satu malam tanpa istirahat makan sekalipun. Jumlah sirap yang dihasilkannya lebih dua kapal tongkang pengangkut batu bara di Sungai Mahakam.

               Akhirnya raja pun mendatangkan 17 dokter ahli mata, untuk menyelamatkan mata Si Tukang Sirap. Siang malam 17 dokter bekerja, hingga kelilipan itu dapat dikeluarkan. Si Tukang Sirap sangat murka dengan benda yang mengganggu matanya, “Nak, tolong alak-kan mendau penyirap abah di rumah.” pintanya kepada putranya.

              Si anak pun lari pulang. Kira-kira 40 kedipan mata, Si Anak sudah kembali, memikul sebuahmandau milik orang tuanya. Si Tukang Sirap sudah tidak sabar melampiaskan emosinya. Ia segera berjongkok, mencincang serpihan kayu ulin yang baru dikeluarkan dari matanya. Petugas kebersihan rumah sakit kerajaan dibuat sibuk karenanya. Setelah dikumpulkan, ternyata kelilipan di matanya telah menjadi 17 ikat atap sirap. He, he, he.
                                                                                         ~o~