Minggu, 29 April 2012

BERKUMPULNYA KEMBALI NAGA DAN HARIMAU

Judul             : Berkumpulnya Kembali Naga dan Harimau
Pengarang     : Feng Menglong
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama
Kategori       : Kumpulan Cerita
ISBN            : 979-22-2539-0
Tahun          : 2007
Halaman       : 572


(Koleksi : Taman Bacaan "RABBI")


Sinopsis :


Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming Zhang Shunmei Bertemu Gadis Cantik di Festival Lentera, aslinya berjudul Gujing Xiaoshuo, kisah yang juga dikenal sebagai Yushi Mingyan atau Petunjuk bagi Dunia ini adalah kumpulan cerita pendek yang pertama terbit di China pada tahun 1620 dan dikompilasi oleh Feng Menglong. Bentuk fiksi awal yang berperan dalam perkembangan fiksi daerah itu memuat kisah-kisah yang sangat inspiratif mengenai kehidupan sehari-hari di antara berbagai kelas sosial.

Karakter yang mengisi buku ini adalah cendikiawan dan wanita penghibur, arwah dan hantu, biksu dan biksuni, bajak laut dan kaisar, dan pejabat pemerintah baik dan jujur maupun korup. mereka terlibat dalam intrik politik, cobaab, pembunuhan, pertemanan, pertikaian warisan, perselingkuhan, dan perjalanan ke akhirat. Adat istiadat dipaparkan dalam plot dan subplot yang menarik, di mana kebaikan akhirnya mendapat pahala, dan dunia-baik yang kasatmata maupun tidak-digambarkan sebagai tempat yang rumit tapi pada akhirnya masuk akal dan bisa dimaklumi. Jalan-jalan dan kediaman masyarakat China di akhir era Ming, serta orang-orang yang menghuninya, menjadi hidup dalam terjemahan Shuhui Yang dan Yunqin Yang yang mengalir dan penuh warna.

Terjemahan lengkap ini diberi ilustrasi serangkaian ukiran kayu dari edisi aslinya, yaitu Edisi Ming, dan mencakup catatan antarbaris serta catatan pinggir kompilatornya, maupun puisi liris yang diuntai di sepanjang kisah-kisahnya.
~~

PENJUAL MINYAK MEMENANGKAN CINTA RATU BUNGA

Judul          : Penjual Minyak Memenangkan Cinta Ratu Bunga
Pengarang   : Feng Menglong
Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
ISBN          : 978-979-22-6178-3
Katagori      : Kumpulan Cerita
Tahun         : 2011
~~
(Koleksi : Taman Bacaan "RABBI")


Sinopsis :

Berkat ketulusan cintanya, seorang penjual minyak berhasil meraih cinta seorang perempuan cantik yang menjadi idola di sebuah daerah bernama Danau Barat. Inilah tema utama dari cerita pendek Penjual Minyak Memenangkan Cinta Ratu Bunga yang hadir bersama 13 cerita lainnya di buku ini.

Keseluruhan cerita pendek di buku ini bagian dari Kisah-Kisah untuk Menyadarkan Dunia yang aslinya berjudul Xingshi hengyan, ditulis oleh Feng Menglong dan diterbitkan pertama kali di Suzhou 1627.
Total ada 40 cerita pendek dalam Xingshi hengyan yang diterbitkan dalam tiga volume. Seluruh kisah ini diterjemahkan Shuhui dan Yunqin Yang yang sebelumnya telah menerjemahkan kumpulan kisah Feng Menglong lainnya, yaitu Kisah-Kisah Lama dan Baru (Gujin xiaoshou; 1620 atau 1621) atau yang juga dikenal sebagai Petunjuk Bagi Dunia (Yushi mungyan), dan Kisah-Kisah untuk Memperingatkan Dunia (Jingshi tongyan; 1624). Kedua kumcer tersebut sudah diterbitkan dalam bahasa Indonesia.

Kumcer pertama, Gujing xiaoshou atau Yushi mingyan, terbit dalam dua volume.
- Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming: Bertemunya Kembali Naga dan Harimau
- Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming: Zhang Shunmei Bertemu Gadis Cantik di Festival Lentera

Kumcer kedua, Jingshi tongyan, diterbitkan dalam dua volume.
- Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming: Kisah Belut emas
- Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming: Kaisar Taizu Menyelamatkan Si Jelita Jingniang

Feng Menglong (1574-1646) adalah pakar nomor satu sastra populer pada zamannya, dan terkenal lewat tiga kumpulan cerpen yang secara kolektif sering disebut Sanyan.

Jumat, 27 April 2012



CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN



        Seekor burung sedang mencari makan, meloncat dari ranting satu ke ranting lainnya, tidak lagi memperhatikan sekitarnya.

      Perlahan seekor kucing juga sedang mencari makan, perlahan sekali si kucing melangkah, hingga tidak terdengar oleh burung yang sedang sibuk mencari makan.

          Pada saat yang tepat, kucing menerkam, si burung tidak sempat menghidar.

Dengan gagahnya kucing membawa hasil buruannya ke bawah sebuah pohon.
“Ini makan siang ku.” ujar si kucing.

Si burung hanya bisa mencicit, ingin melepaskan cengkraman si kucing.
“Tuan Kucing,”  kata si burung. “Sebelum makan, Tuan harus berdoa dan cuci tangan dulu.”

          Mendengar itu, si kucing mengangguk. Ia teringat pesan ibunya, kemudian si kucing memandang ke atas dan berdoa, setelah itu ia menjilati tangannya.

          Begitu melihat ke samping, betapa terkejutnya si kucing, karena burung telah bertengger di ranting pohon. [Haidi : 12.12.2011]









CALON SEKRETARIS


       Bukan rahasia lagi, pada satu lembaga swasta maupun pemerintah, seorang pimpinan atau bos membutuhkan sekretaris. Jika mungkin, sekretaris seorang wanita, yang pandai bekerja, mengerti tugas, bertanggung jawab dan lain lagi persyaratan tidak tertulis, namun yang lebih penting biasanya cantik dan menarik serta mengerti keinginan si bos.


           Sebuah perusahaan swasta, kebetulan sedang membutuhkan sekretaris, namun si bos tidak ingin menerima karyawan baru, sehingga dipilihlah dari karyawan yang ada.

            Serangkain ujian dan test telah dilakukan kepada semua karyawan wanita di perusahaan tersebut. Hingga terseleksi lima orang karyawan wanita, sebagai calon sekretaris.

            Si bos bingung memilih calon sekretarisnya, karena lima wanita tersebut memiliki kualifikasi yang baik. Tim yang ditunjuk juga telah melaksanakan tugas sesuai perintah. Kini tinggal menunggu keputusan akhir si bos. Karena kebingungan, si bos akhirnya melakukan wawancara khusus dengan lima calon sekretarisnya :

“Baik, kalian berlima telah melalui serangkaian ujian, hari ini adalah ujian terakhir, dan perlu diketahui, saya hanya membutuhkan satu orang sekretaris,” si bos menarik napas panjang. Wah ini cantik-cantik semua, dalam hatinya.

            Lima wanita itu masih terdiam, menunggu tes apa yang akan dilakukan oleh si bos kali ini.

"Saya membutuhkan jawaban terbaik dan logis serta  masuk akal, dari kalian,” ujar si bos, “Wanita mempunyai dua mulut,”  lanjutnya “Apakah perbedaan dari kedua mulut tersebut?" tanya si Bos.

Lima wanita calon sekretaris terdiam dan saling pandang satu sama lainnya, tidak ada yang menjawab. Hingga si bos akhirnya menunjuk satu persatu calon sekretarisnya :

Wanita Kesatu : "vertikal dan horizontal, Pak.”
"Bagus, kamu teliti dengan tubuhmu sendiri." ujar si Bos sambil tersenyum lebar.

Wanita kedua : "satu berkumis dan satu lagi tidak."
 Si bos mengangguk, "Mengesankan, kamu sangat romantis."

Wanita ketiga : "Satu bisa berbicara yang satu tidak, Pak."
"Bagus, kamu lebih mengutamakan aspek komunikatif, itu penting bagi seorang sekertaris." kata si bos sambil memandang kepada wanita keempat.

Wanita keempat : "Satu ompong dan satu lagi bergigi, Pak."
“Bagus, kamu sangat memperhatikan tentang masa depan lebih serius.” Ujar si bos, mengalihkan pandangannya kepada wanita berikutnya.

Wanita kelima : Beberapa detik dia terdiam, semua jawaban logis yang ada dibenaknya sudah disebutkan. Tiba-tiba terlintas dipikirannya, sambil tersenyum dia menjawab : "Mulut yang satu untuk sendiri dan yang lain, bisa dipakai sama Bos." wanita itu tersipu malu.

Si Bos berdiri, sambil melihat ke arah pintu : "Ya, kamu sekretarisku!" 
[Haidi : 12.12.2011]




CINTA ITU ENERGI

            Benny, remaja yang  dikenal pendiam dan sopan, duduk termenung di depan warnet. Tidak biasanya Benny seperti itu, membuat Yusuf penasaran.

“Ben, dari tadi kamu melamun,” sapa Yusuf, “Ada apa?”


       Benny sempat kaget karena sapaan tersebut, sampai terlepas HP dari tangannya. Rupanya Benny masih menikmati lamunannya.


Gak apa, Suf.” Sahut Benny. Sambil memungut kembali HP-nya.

“Pasti kamu lagi jatuh cinta ya!” Tebak Yusuf.
“Mungkin juga, tapi aku bingung.” Sahut Benny.


                Rupanya tebakkan Yusuf tepat, bahwa Benny lagi jatuh cinta.


“Eh, Ben, kalo lagi jatuh cinta, gak disampaikan, itu bahaya lho!” Ujar Yusuf sambil menepuk bahu sahabatnya.
“Emang kenapa?” Tanya Benny.
“Kamu tau ngak Ben, cinta itu tidak ubahnya seperti kentut, sama-sama mengandung energi yang besar.” Yusuf menjelaskan.
“Kok bisa, cinta seperti kentut?” Tanya Benny.


“Lha, iya, kentut itu kan energi, dikeluarkan malu, ditahan sakit perut,” Ujar Yusuf, “Cinta juga begitu, dikeluarkan bisa jadi malu atau sakit hati, ditahan-tahan bisa jadi jerawat batu.”
“Kamu Suf, bisa aja.” Sahut Benny. Sambil manggut-manggut. 
[Haidi : 12.12.2011]




REJEKI DARI LANGIT

         Kata orang, hujan berarti rezeki. Tapi bagi pak Omis, tidak lebih dari kesedihan, “Bukan maksud menolak rezeki dari langit.” katanya. Ia sangat hapal, saat hujan atap rumahnya juga turut menangis.


       Ember, baskom hingga gelas-gelas plastik ramai menanti tetesan air di lantai dapur,di kamar atau di atas lemari hingga di tempat tidurnya. Semakin deras hujan, semakin ramai pula bunyi alat penanti hujan di lantai itu. Betapa repotnya ia menyelamatkan pakaian, buku-buku, kasur dan bantal kumal. Tidak ada batas waktu untuk berhenti mengigil.

     
         Hujan masih sibuk menyirami tanah di hulu sungai. Sementara di rumah pak Omis sudah berubah jadi sungai kecil yang melarutkan sendal-sendal jepit. Sebentar lagi air itu akan memindahkan kursi ke atap rumah atau menerbangkan kasur ke bukit. Pak Omis duduk di atap rumah, tetap berharap air tidak pernah hadir di halaman rumahnya. Ia memeluk erat kaki dan meletakan dagu beku di lututnya. Ia menanti jemputan perahu karet satu-satunya dari kelurahan yang sedang berkeliling dengan kameramen.


       Pak Omis diangkut ke tempat pengungsian. Suasana tidak kalah ramai dengan pasar malam. Tersedia nasi di piring-piring plastik, sekepal untuk berdua tambah sedikit bonus, 5 bungkus mi instan dengan kuah air 20 liter, cukup untuk menghalau rasa ngantuk sesaat. Sangat beruntung, jika datang rombongan orang-orang berdasi, menu sedikit berubah, ada tambahan telur ayam rebus dibelah tiga.


         Tawa riang wajah-wajah berpakaian jas berlambang partai, ketika melihat orang-orang berebut mi instan dibawanya, mereka tak ubahnya ayam berebut cacahan singkong di kandang ayam pak Omis.


          Siaran TV menampilkan wajah-wajah menyedihkan empat atau enam detik, dari atap rumah hingga ke tempat pengungsian, disusul berita wajah penyumbang atas nama kemanusiaan dari partai politik.


         Sejak saat itu, bila mendung mulai  menghitam, pak Omis selalu memandang langit dari celah atap rumahnya, “Sabarlah hujan, sekarang aku belum perlu rezekimu yang satu itu.” katanya. [Haidi : 13.01.2012]






PERHATIAN, PAKAIAN TERDALAM


Pemuda berlomba membual tentang penaklukan mereka
Di lautan asmara yang berombak
Uang tanpa paras takkan menumbuhkan rasa sayang;
Paras tanpa uang juga tak akan membawa ke mana pun.



Bahkan yang punya uang dan paras
Harus memberi perhatian yang bijaksana.
Hanya seorang pemuda tampan yang menyenangkan
Bisa mengalahkan yang lain dan memenangkan hati si cantik. [Haidi : 27.01.2012]